Monday, November 16, 2015

Kata Kata Galau

Kata Kata Galau Para penulis utk Poedjangga Baroe tak bersatu dalam pandangan politis mereka[31] & majalah ini mengusahakan utk bersifat netral. Ini diterapkan biar majalah ini tak disensor oleh pemerintah kolonial & utk melindungi penulis yg bekerja utk pemerintah. Tetapi, masihlah ada tulisan dari beraneka ragam pandangan politik yg dimuat, termasuk juga karya-karya oleh nasionalis budayawi, satu buah sonet buat teoris Marxis Rosa Luxemburg, & catatan-catatan menyangkut fascisme.


Kata Kata Galau Walaupun para penulis Poedjangga Baroe bersatu dalam semangat nasionalisme, mereka mempunyai sisi pandang menyangkut budaya yg amat tidak serupa. Sekian Banyak, seperti Armijn & STA, mempunyai anggapan bahwa pengertian budaya & peristiwa Barat benar benar utama utk perkembangan negeri. Penulis lain, umpamanya Sanusi, menekankan perlunya nilai-nilai Timur, meski ada factor budaya Barat yg di terima.[33] Penulis utk Poedjangga Baroe serta memiliki latar belakang agama yg tidak sama. Sekian Banyak tokoh mutlak, termasuk juga para pendiri, memiliki latar belakang agama yg amat tidak serupa, dari sekuler sampai Islam santri. Kata Kata Galau Berasal dari pandangan budaya yg tidak sejalan itu, antara September 1935 & Juni 1939 banyaknya polemik diterbitkan dalam majalah, yg membahas trick paling baik utk mengembangkan budaya Indonesia.

Tidak Serupa dari Balai Pustaka, yg menerbitkan buku dalam bahasa daerah & bahasa Belanda, Poedjangga Baroe nyaris sepenuhnya dalam bahasa Indoneia & mengupayakan utk mengembangkan bahasa nasional tersebut. Kata Kata Galau Bahasa Indonesia, yg dinyatakan yang merupakan bahasa nasional dalam Sumpah Pemuda terhadap th 1928, menurut Armijn telah lama berkembang. Pandangan tersebut dikembangkan oleh STA, yg posting bahwa bahasa itu berkembang pesat sejak munculnya Politik Etis Belanda & pendirian sekolah-sekolah utk orang original Indonesia; Kata Kata Galau  seluruh edisi Nopember 1933 berisi tulisan STA berkenaan bahasa Indonesia. Kata Kata Galau Patah Hati Terbaru Poedjangga Baroe mengadakan Kongres Bahasa Indonesia mula-mula di kota Surakarta kepada bln Juni 1938; kongres tersebut menimbulkan tulisan-tulisan oleh Sjarifuddin, STA, Adi Negoro, Sukarjo Wirjopranoto, & Sanusi.[36][

Kata Kata Galau Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ipan Ripai

0 comments:

Post a Comment